morethanamiracle

movie congeniality, crazy things lover, love laugh, never been kissed, not a douche bag.


Review: The Lovely Bones

The Lovely Bones adalah sebuah film yang diangkat dari sebuah novel berjudul sama karya Alice Sebold. entah mengapa film yang sudah rilis tahun lalu ini baru muncul di bioskop Indonesia. ckckck.. jadi segera saja saya tonton mumpung masih hangat. cerita dalam film ini cukup unik, yaitu tentang kehidupan setelah kematian dan bagaimana seseorang dari “dunia” tersebut selalu melihat dan mengamati orang2 terdekatnya. kita disuguhkan pada dunia imajinasi Sebold yang menggambarkan surga versi Sebold. surga versi Sebold ini mengingatkan saya pada dunia imajinasi milik Dr. Parnassus dalam film The Imaginarium Dr. Parnassus. benar2 mirip.

bercerita tentang seorang anak perempuan dari keluarga Salmon yg bernama Susie (Saoirse Ronan) yang dibunuh oleh tetangganya yang seorang psycho, George Harvey (Stanley Tucci). kematian Susie membuat hubungan kedua orangtuanya, Jack (Mark Wahlberg) dan Abigail (Rachel Weisz) menjadi tidak harmonis. Jack ingin misteri pembunuhan anaknya ini terungkap dengan meminta bantuan detektif Len Fenerman (Michael Imperioli), sedangkan Abigail ingin agar Jack mencoba menerima kenyataan atas apa yang terjadi pada Susie dan jangan mengungkit2nya kembali. hal ini mengakibatkan Abigail akhirnya tidak tahan lagi dan meninggalkan rumah, yang terpaksa pekerjaan Abigail di rumah digantikan oleh Grandma Lynn (Susan Sarandon), nenek Susie. sementara itu, adik Susie, Lindsey Salmon (Rose McIver) berusaha menguak segala misteri pembunuhan yang ada tanpa sepengetahuan kedua orangtuanya.

sepanjang cerita tersebut berlangsung, kita juga dihadapkan pada sisi pandang Susie Salmon dari sebuah tempat yang bernama Blue Horizon yang menurutnya adalah sebuah tempat yang berada di antara bumi dan surga. Blue Horizon ini berganti2 setingnya sesuai dengan suasana hati Susie. Peter Jackson tampaknya cukup berhasil menyadur surga imajinasi Sebold menjadi sebuah pemandangan yang sangat indah sesuai dengan yang ditampilkan di filmnya. Saoirse Ronan berakting dengan sangat baik dalam film ini menurut saya. kemampuan aktingnya semakin meningkat sejak beberapa film terakhir yang ia bintangi. Mark Wahlberg juga sukses menunjukkan betapa depresinya seorang ayah yang kehilangan putri tercintanya. Rachel Weisz tampil baik walaupun kurang maksimal. Susan Sarandon dan Stanley Tucci? hanya satu kata: jempolan! tetapi yang paling menarik perhatian adalah akting Rose McIver yang ternyata sama sekali tidak buruk mengingat ia seorang yang baru dalam dunia layar lebar.

film ini benar2 membuat saya mulai percaya bahwa ada sebuah kehidupan yang fantastis di sebuah tempat yang entah dimana letaknya tersebut. bahwa setiap orang terdekat kita, walaupun mereka sudah tiada, akan tetap selalu menjaga kita dari tempat tersebut.

Reblogged from 9gag

Review: Clash of The Titans

awal tahun 2010 ini nampaknya cukup dimeriahkan oleh beberapa film bertema mitologi Yunani. setelah Percy Jackson and The Olympians: The Lightning Thief yg rilis bulan Februari kemarin, sekarang giliran Clash of The Titans yg meramaikan berbagai bioskop di seluruh dunia. Clash of The Titans merupakan sebuah remake film berjudul sama yg pernah muncul ditahun 1981. bedanya versi tahun 1981 masih menggunakan animasi stop motion sedangkan versi tahun 2010 ditampilkan dalam bentuk 3D. kualitas gambarnya pun tentu saja berbeda jauh.

dilatarbelakangi oleh amarah dan dendam, Perseus (Sam Worthington) bersumpah akan membunuh Hades (Ralph Fiennes) yg telah membunuh seluruh anggota keluarganya dalam sebuah kejadian yg menyebabkan kapal milik keluarganya tenggelam. pada saat yg bersamaan, Zeus (Liam Neeson) juga sedang kalut karena ternyata selama ini, manusia yg ia ciptakan tidak lagi menghormatinya dan mulai membelot darinya. Hades menggunakan kesempatan ini untuk membujuk Zeus agar mengizinkannya untuk memberi pelajaran kepada para manusia. namun, sebenarnya Hades mempunyai maksud lain yaitu ingin mengambil alih kekuasaan Zeus karena Zeus lah yg menyebabkan Hades menjadi penguasa neraka dan ia tidak menyukai hal tersebut. sementara itu di Argos, Raja Kepheus sedang mengumpulkan seluruh rakyatnya untuk bersiap2 berperang melawan para dewa. tiba2 ditengah acara tersebut munculah Hades yg langsung menunjukkan kekuatannya dan dalam sekejap berpuluh2 orang lenyap. rakyat menjadi takut. kemudian Hades mengancam apabila sampai gerhana Raja Kepheus tidak menyerahkan putrinya, Andromeda, maka Hades akan memanggil Kraken untuk memporakporandakan Argos. Hades jugalah yg memberi tahu Perseus bahwa Perseus adalah seorang demigod keturunan Zeus. Perseus yg memang mempunyai tujuan tersendiri untuk membunuh Hades, dengan sukarela menawarkan diri untuk ikut berperang melawan para dewa agar Andromeda tidak perlu dikorbankan. dengan ini dimulailah petualangan Perseus untuk membalaskan dendamnya terhadap Hades. dalam petualangannya ia ditemani oleh beberapa prajurit dari Argos dan seorang wanita bernama Io (Alexa Davalos).

dengan menggaet bintang yg sedang naik daun berkat perannya dalam Avatar, Sam Worthington, mungkin Louis Leterrier sedikit berharap film ini akan meraih kesuksesan seperti Avatar. tetapi setelah saya nonton, dibandingkan dengan Avatar, film ini masih harus memperbaiki banyak aspek untuk dapat menyamai Avatar. dari segi cerita film ini terasa sangat flat bagi saya. tidak ada momen2 yg memorable. adegan bertarung dengan kalajengking raksasa ataupun medusa juga terasa biasa saja. dari segi gambar film ini lumayan baik, walaupun saya nonton bukan yg versi 3Dnya. akting Sam Worthington, Ralph Fiennes, dan Liam Neeson lumayan baik. Alexa Davalos juga not bad lah. endingnya menurut saya agak sedikit dipaksakan untuk happy ending tapi masih bisa diterima. overall, masih layak tonton kok, apalagi bagi penggemar mitologi2 Yunani. enjoy!

Reblogged from 9gag
9gag:

Hang

anjrit! pengen gw remes2 terus gw goreng!

9gag:

Hang

anjrit! pengen gw remes2 terus gw goreng!

Review: Bangkok Traffic (Love) Story

sejak blitzmegaplex buka di Jakarta dan Bandung, film2 Thailand mulai memasuki pasar film di Indonesia. film Thailand yg awal2 muncul kebanyakan adalah film horor, tetapi seiring berjalannya waktu akhirnya film2 Thailand bertemakan romcom pun mulai masuk. dan salah satunya adalah Bangkok Traffic (Love) Story ini. film ini adalah film yg menduduki peringkat 1 box office di Thailand pada tahun 2009 kemarin. penasaran dengan ceritanya, minggu lalu saya sempatkan untuk nonton. ceritanya ringan dan sangat menghibur karena lucu. membuat saya hampir tertawa disepanjang film.

cerita diawali dengan Mei Li (Sirin Horwang) yg mabuk sehabis pesta pernikahan sahabatnya, Ped. Li yg mabuk ini kemudian pulang menyetir mobil tengah malam. dan bisa ditebak kejadian yg selanjutnya terjadi adalah mobil yg dikendarai oleh Li ini menabrak pembatas jalan hingga spionnya patah dan mobilnya mogok. kemudian datanglah Loong (Ken Theradeej) yg membantu Li untuk memperbaiki mobilnya. inilah awal pertemuan Li dengan Loong. kecelakaan ini membuat ayah Li melarang Li untuk membawa mobil ke tempat kerjanya. dan itu berarti Li harus menempuh perjalanan panjang ke tempat kerjanya dengan berbagai alat transportasi yg ada di Bangkok seperti angkot, ojek, perahu, kereta, dan taxi. suatu hari dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya, bertemulah Li dengan Loong di stasiun kereta. ternyata mereka memiliki rute kereta yg sama. tidak berani berkenalan dengan Loong lebih jauh, Li meminta tolong Plern, tetangganya yg masih bocah SMA untuk membantunya. Plern ternyata seorang expert dalam hal ini dan akhirnya berhasil membuat Li menjadi lebih dekat dengan Loong. berbagai kejadian kocak membuat mereka berdua semakin dekat hingga akhirnya.. tonton sendiri aja deh!

cerita dalam film ini sangat enak untuk diikuti karena tema yg diambil adalah seputar kehidupan kita sehari-hari. bisa dikatakan film ini merupakan sebuah paket komplit film bertema romcom karena selain sisi romantis dan sisi comedynya dihadirkan secara seimbang, akting pemain2nya pun lumayan, terutama Sirin Horwang yg tampil sangat kocak dan menghibur disini karena berbagai tingkah konyolnya. industri perfilman Thailand memang tampaknya sedang meroket walaupun hampir kebanyakan film Thailand yg saya tonton adalah film horor, tapi 2 film bertema romcom yg sudah pernah saya tonton yaitu Super Hap dan Bangkok Traffic (Love) Story ini, membuktikan bahwa perfilman Thailand tidak melulu horor. salut deh sama perfilman Thailand. ayo Indonesia jangan mau kalah! :)

Review: How to Train Your Dragon 3D

lagi2 film animasi dengan format 3D. entah sampai kapan era 3D ini akan berlangsung karena jujur saja saya tidak terlalu menyukainya. selain bikin pusing dan mata buram setelah selesai nonton, harga tiketnya juga mahal bikin biaya nonton makin membengkak. dan yg paling menjengkelkan adalah.. tidak ada teks bahasa Indonesianya yg kadang2 sukses membuat saya tidak mengerti jalan ceritanya. tetapi kemaren waktu jalan ke bioskop dan liat ada film ini yg hanya ditampilkan dalam format 3D (karena versi 2Dnya baru ditayangkan seminggu setelah versi 3D ini dirilis) akhirnya saya nekat nonton saja toh ada teks bahasa Indonesianya. dan hasilnya.. COOL! How to Train Your Dragon adalah film animasi terbaik yg pernah saya tonton dalam format 3D! 3Dnya benar2 terasa disertai dengan jalan cerita yg sangat seru.

bercerita tentang Hiccup (Jay Baruchel) adalah anak dari seorang pemimpin bangsa Viking bernama Stoick (Gerard Butler) yg tinggal disebuah desa bernama Berk. Berk mempunyai musuh bebuyutan yaitu para naga yg selalu mengganggu kediaman mereka. Hiccup digambarkan sebagai seorang anak yg sama sekali tidak pantas sebagai seorang keturunan Viking karena badannya yg kurus kering dan skill-nya yg kurang memadahi untuk menjadi seorang Viking sejati. tapi Hiccup terus berjuang pantang menyerah untuk membuktikan bahwa ia pantas menjadi seorang Viking. suatu hari, Berk diserang oleh para naga. Hiccup dengan nekat ikut maju ke medan perang dan tanpa sengaja, ia berhasil menembak jatuh seekor naga yg paling ditakuti oleh bangsa Viking, bernama Night Fury. tetapi sialnya tidak ada saksi yg melihat Hiccup menjatuhkan Night Fury sehingga tidak ada yg mempercayai cerita Hiccup. ketika sedang berada di hutan, tidak sengaja Hiccup melihat Night Fury terperangkap diantara tebing2 dan tidak dapat keluar. setelah diselidiki ternyata salah satu sayap ekor Night Fury patah. dengan keahlian yg dimiliki oleh Hiccup, ia membuat sebuah sayap palsu untuk membantu Night Fury dapat terbang kembali. dari sinilah petualangan Hiccup sebagai penunggang naga pertama dalam sejarah bangsa Viking dimulai.

pertama kali saya lihat posternya, saya sama sekali tidak tertarik untuk nonton karena desain posternya kurang menarik. beberapa hari kemudian, teman saya ramai membicarakan film ini dan mereka bilang film ini sangat seru. mulai tergoda deh dan akhirnya nonton juga. hehehe. Dreamworks Animation emang jempolan kalo bikin film2 animasi yg memanjakan mata dan mempunyai jalan cerita yg bagus, seru, unik, dan tentunya LUCU! Shrek dan Madagascar sukses membuat saya tertawa terpingkal2 dibeberapa adegannya. dan How to Train Your Dragon pun demikian. bentuk naga2 yg ditampilkan pun dibuat sedemikian rupa sehingga terlihat sangat imut dan lucu tanpa menghilangkan kesan cool. film ini juga didukung oleh aktor dan aktris yg sudah tidak asing lagi seperti America Ferrera, Jonah Hill, Christopher Mintz-Plasse dan masih banyak lagi. menurut saya, How to Train Your Dragon salah satu film animasi yg wajib anda tonton.

Review: Hachiko: A Dog’s Story

film bertema binatang selalu menjadi salah satu jenis film favorit saya sejak dulu. makanya begitu pertama kali liat trailer film Hachiko ini, saya langsung tidak sabar menunggu filmnya diputar di bioskop. dan setelah kemaren nonton film ini.. ternyata memang bagus! film bertema binatang memang tidak pernah mengecewakan saya. Hachiko benar2 film yg menyentuh.

Parker Wilson (Richard Gere) adalah seorang guru piano yg bertugas disebuah sekolah balet. setiap harinya ia selalu pergi ke dan pulang dari tempat kerjanya dengan naik kereta. suatu hari, sepulangnya dari tempat kerjanya, ia menemukan seekor anak anjing yg lepas dari kandangnya dan berkeliaran di daerah stasiun. setelah pihak stasiun menolak untuk dititipi anjing berjenis Akita itu, akhirnya Parker membawa pulang anjing itu ke rumahnya. Parker mempunyai seorang kerabat Jepang yg bernama Ken (Cary-Hiroyuki Tagawa) yg membantu Parker untuk mencari keberadaan pemilik yg sesungguhnya, tetapi tidak berhasil karena sedikitnya informasi yg ada. yg diketahui hanyalah kalung yg tergantung di leher si anjing yg berbunyi “Hachi” yg artinya angka delapan yg melambangkan infinity. beberapa hari pertama, istri Parker, Cate (Joan Allen) masih uring2an dengan keberadaan anjing yg akhirnya diberi nama Hachi tersebut dirumahnya, tetapi karena Parker dan putrinya, Andy (Sarah Roemer) sangat menyayangi Hachi, akhirnya Cate memperbolehkan untuk memeliharanya. Setiap hari Hachi selalu setia menemani Parker berangkat ke stasiun dan menjemputnya saat jam kepulangan Parker yaitu jam 5 sore. Hingga akhirnya suatu hal yg tidak terduga terjadi.

film yg diangkat berdasarkan kisah nyata yg terjadi di Jepang ini benar2 membuat saya makin mencintai binatang terutama anjing. Hachiko digambarkan sebagai anjing yg ceria dan sangat setia. dalam versi aslinya, Hachiko menunggu kepulangan sang majikan selama SEMBILAN TAHUN! wow! bagi pecinta anjing, maka film ini akan membuat anda menangis hebat! tetapi bagi penonton yg biasa2 saja maka film ini mungkin akan membuat anda berkaca-kaca saja. hehehehe. oh ya, semua cast dalam film ini bermain cukup baik. akting Richard Gere benar2 bagus! saya tidak dapat membayangkan orang lain yg dapat menggantikan Richard Gere disini karena emosinya pasti tidak sehebat kalau Richard Gere yg bermain. Joan Allen dan Sarah Roemer juga tampil baik. ekspresi2 yg ditunjukkan oleh si anjing juga sangat bagus lho! akhirnya Hachiko menambah daftar film bertema binatang yg menjadi favorit saya! :)

Reblogged from 9gag
Reblogged from 9gag
Reblogged from 9gag
9gag:

Taylors

ROFLMAO!!

9gag:

Taylors

ROFLMAO!!