

Been missing this series since its final episode.. And this fan-made trailer only makes me miss it even more! How are you guys doing out there?!
(Source: youtube.com)

Bagi anda yang mengalami masa-masa tahun 80an, tentu mengenal atau paling tidak pernah mendengar serial TV yang pada waktu tersebut cukup booming yaitu The A-Team. Serial yang berkisah mengenai empat orang mantan Army Ranger ini kali ini diadaptasi menjadi layar lebar oleh Joe Carnahan, seorang sutradara yang juga menyutradarai Smokin’ Aces pada tahun 2006, tentu saja dengan cerita yang memang dibuat khusus untuk film layar lebar bukan untuk film serial.
Pada awal film, kita diperkenalkan kepada empat orang anggota The A-Team yang diketuai oleh Kolonel Hannibal Smith (Liam Neeson). Ada juga Templeton “Faceman” Peck (Bradley Cooper) si penggoda wanita, B.A. Baracus (Quinton Jackson) si labil yang sangat takut naik helikopter, dan H.M. Murdock (Sharlto Copley) dokter sekaligus pengemudi pesawat yang sedikit gila. Delapan tahun setelah pertemuan mereka, mereka telah menyelesaikan 80 misi dengan sukses dan menjadi terkenal karena kemampuan mereka dalam menyelesaikan setiap misi yang dibebankan.
Pada hari terakhir keberadaan tentara Amerika di Irak, Agent Lynch (Patrick Wilson), memberitahu Hannibal bahwa tentara Irak telah mencuri plat pencetak dollar US untuk mencetak dollar US secara besar-besaran yang akan digunakan untuk kepentingan teroris. Hannibal segera menemui General Russel Morrison (Gerald McRaney) untuk meminta izin mengemban misi mengambil balik plat pencetak dollar tersebut.
Disaat dan ditempat yang lain, Kapten Charisa Sosa (Jessica Biel) juga memberitahu mantan kekasihnya, Faceman untuk menjauhi misi tersebut. Walaupun akhirnya Hannibal tidak mendapat persetujuan dari General Morrison, bukan The A-Team namanya kalau tidak melanggar aturan. Akhirnya mereka tetap menjalankan misi tersebut dan misi mereka sukses. Namun ternyata semua kesuksesan tersebut dalam sekejap berubah menjadi jebakan yang berbuntut pada dipecatnya The A-Team dari badan militer secara tidak hormat. Mereka dijebloskan ke penjara atas tuduhan palsu dan enam bulan kemudian, misi pengembalian nama baik pun dimulai..
Dari segi cerita, cerita yang disajikan dalam film The A-Team ini sangat menghibur! Adegan action dan comedy silih berganti membuat adrenalin naik turun benar-benar sebuah cara yang baik untuk mengemas film semacam ini. Plot cerita sangat rapi dan dijelaskan secara baik mulai dari pengenalan, timbulnya masalah, dan penyelesaian masalah tersebut.
Tentang akting para pemainnya, tokoh-tokoh yang ada pada film The A-Team ini masing-masing mempunyai karakter yang sangat kuat dan menurut saya ke empat pemainnya cukup berhasil membawakan peran mereka masing-masing. Perdebatan yang terjadi antara Quinton Jackson dan Sharlto Copley setiap kali mau naik helikopter benar-benar mencairkan suasana dan berhasil membuat penonton tertawa keras termasuk saya. Hampir seluruh komedi dalam film ini disumbang oleh mereka berdua. Sementara Neeson sebagai otak dari tim juga menunjukkan kharisma yang kuat sebagai pemimpin, dan Cooper sebagai seorang playboy (atau badboy?) juga cocok.
Sebagai film summer, The A-Team memberi sensasi yang berbeda, karena menurut saya hampir semua film summer yang sudah muncul pada tahun ini memberikan cerita-cerita cheesy yang cuma bertujuan sekedar menghibur (contoh: Sex And The City 2) tetapi The A-Team hadir memberikan cerita yang kompleks namun tetap seru untuk diikuti. Hal tersebut membuat The A-Team layak disebut sebagai film action yang paling berbobot sampai saat ini.
Rating: 3,5/5

bersettingkan tahun 2000an awal, adalah seorang remaja bernama Tyler Hawkins (Robert Pattinson). Tyler adalah seorang remaja yang hidupnya kacau dan mempunyai hubungan yang kurang baik dengan orangtuanya khususnya dengan ayahnya. Tyler mempunyai seorang adik perempuan bernama Caroline (Ruby Jerins) yang sangat ia sayangi.
suatu hari ketika pergi mabuk-mabukan bersama dengan salah seorang temannya, tak sengaja ia terlibat dalam aksi baku hantam dengan beberapa berandalan. tak lama kemudian datanglah sekelompok polisi yang dikepalai oleh Sgt. Neil Craig (Chris Cooper). Tyler ditangkap dan masuk dalam penjara. Setelah keluar dari penjara berkat uang jaminan yang dibayar oleh ayahnya, Charles Hawkins (Pierce Brosnan). Setelah diselidiki, ternyata putri sang kepala polisi adalah teman satu kampus Tyler, yaitu Ally Craig (Emilie De Ravin). atas dorongan temannya, akhirnya untuk memperbaiki hubungannya dengan kepolisian, Tyler akhirnya nekat mendekati Ally. tak disangka-sangka akhirnya hubungan mereka semakin dekat. hingga akhirnya sesuatu yang selama ini dirahasiakan tidak dapat disimpan lagi..
sebuah film yang datar. itulah kesan pertama saya ketika selesai menyaksikan film ini. konflik yang ada cukup pas untuk porsi film ini, tapi entah mengapa bagi saya konflik tersebut tidak terlalu mengena. mungkin dikarenakan akting Robert Pattinson yang menurut saya kurang maksimal. masih terbayang-bayang sosok Edward Cullen mungkin. dan yang lucunya adalah ada salah satu adegan yang mengharuskan Tyler marah dan ketika marah justru terlihat seperti seorang vampir yang mau menyerang werewolf. hahaha.. cukup menggelikan. akting Emilie De Ravin dan Pierce Brosnan pun tidak terlalu “wow”, malah mungkin bisa dibilang standar. ending yang cukup mengejutkan menyelamatkan film ini dari segi jalan cerita yang seperti sudah saya bilang tadi, datar. dengan mengandalkan nama Robert Pattinson yang sedang meroket dan Pierce Brosnan, film ini seharusnya bisa digali lebih jauh supaya dapat menyajikan cerita yang lebih menghibur. mungkin lebih cocok kalau anda menontonnya di DVD saja. simpan uang anda untuk nonton film lainnya. :)

sebelumnya bila anda bingung dengan istilah Ghost Writer, Ghost Writer bukanlah seorang penulis cerita hantu atau semacamnya, tetapi istilah Ghost Writer adalah istilah yang digunakan untuk seorang penulis yang menulis seluruh biografi untuk seseorang tanpa dicantumkan namanya pada bukunya sehingga seolah-olah terlihat seperti autobiografi. The Ghost Writer adalah sebuah film bertemakan politik dengan sedikit thriller di dalamnya. film yang diangkat dari novel berjudul The Ghost karya Robert Harris ini disutradarai oleh Roman Polanski. dan sekali lagi film ini adalah salah satu persembahan terbaiknya selain The Pianist dan Oliver Twist yang cukup meledak di pasaran. dan kali ini Roman Polanski menggandeng aktor kawakan Pierce Brosnan dan Ewan McGregor sebagai tokoh center dalam cerita.
cerita diawali dengan salah seorang penulis biografi Adam Lang yang meninggal secara misterius dan mayatnya ditemukan di sebuah pesisir pantai. karena kejadian tersebut, dicarilah kembali seorang Ghost Writer untuk melanjutkan pekerjaan menulis biografi Adam Lang. The Ghost (Ewan McGregor) lah yang akhirnya mendapatkan pekerjaan tersebut setelah perusahaan tempat ia bekerja merekomendasikan pekerjaan tersebut kepadanya. ia kemudian dikirim ke kediaman Adam Lang (Pierce Brosnan) yang terletak di sebuah pulau untuk mengorek informasi lebih jauh mengenai mantan perdana menteri Amerika tersebut untuk dijadikan bahan tulisannya. Adam Lang sendiri saat ini terlibat masalah dengan badan penegak hukum dan kemanusiaan karena perlakuannya terhadap tawanan perang yang melibatkan pula CIA. selama berada di rumah sang mantan perdana menteri, The Ghost banyak mendapatkan informasi-informasi yang membuatnya bertindak lebih jauh karena didorong rasa penasaran. hal ini membuatnya semakin terjerumus jauh dalam jurang masalah yang bersumber dari masa lalu sang mantan perdana menteri hingga akhirnya sebuah kebenaran terungkap..
terlepas dari tema yang cukup kompleks karena berkaitan dengan konspirasi politik, The Ghost Writer adalah sebuah film yang enak untuk dinikmati. penonton dituntun untuk ikut berspekulasi mengenai apa yang sebenarnya terjadi dalam kisah tersebut. saya sendiri cukup menikmatinya karena hampir sepanjang film rasa penasaran selalu menghantui saya sehingga setiap scene dari film itu terasa seperti potongan-potongan puzzle yang hingga akhirnya diakhir film menjadi sebuah susunan puzzle yang komplit. bila anda ingin nonton film hanya untuk sekedar hiburan, saran saya lebih baik jangan pilih film ini. tetapi bila anda adalah seorang penggemar film bertema politik yang menuntut anda untuk sedikit berpikir, maka inilah film yang tepat untuk anda tonton. enjoy! :)

The Lovely Bones adalah sebuah film yang diangkat dari sebuah novel berjudul sama karya Alice Sebold. entah mengapa film yang sudah rilis tahun lalu ini baru muncul di bioskop Indonesia. ckckck.. jadi segera saja saya tonton mumpung masih hangat. cerita dalam film ini cukup unik, yaitu tentang kehidupan setelah kematian dan bagaimana seseorang dari “dunia” tersebut selalu melihat dan mengamati orang2 terdekatnya. kita disuguhkan pada dunia imajinasi Sebold yang menggambarkan surga versi Sebold. surga versi Sebold ini mengingatkan saya pada dunia imajinasi milik Dr. Parnassus dalam film The Imaginarium Dr. Parnassus. benar2 mirip.
bercerita tentang seorang anak perempuan dari keluarga Salmon yg bernama Susie (Saoirse Ronan) yang dibunuh oleh tetangganya yang seorang psycho, George Harvey (Stanley Tucci). kematian Susie membuat hubungan kedua orangtuanya, Jack (Mark Wahlberg) dan Abigail (Rachel Weisz) menjadi tidak harmonis. Jack ingin misteri pembunuhan anaknya ini terungkap dengan meminta bantuan detektif Len Fenerman (Michael Imperioli), sedangkan Abigail ingin agar Jack mencoba menerima kenyataan atas apa yang terjadi pada Susie dan jangan mengungkit2nya kembali. hal ini mengakibatkan Abigail akhirnya tidak tahan lagi dan meninggalkan rumah, yang terpaksa pekerjaan Abigail di rumah digantikan oleh Grandma Lynn (Susan Sarandon), nenek Susie. sementara itu, adik Susie, Lindsey Salmon (Rose McIver) berusaha menguak segala misteri pembunuhan yang ada tanpa sepengetahuan kedua orangtuanya.
sepanjang cerita tersebut berlangsung, kita juga dihadapkan pada sisi pandang Susie Salmon dari sebuah tempat yang bernama Blue Horizon yang menurutnya adalah sebuah tempat yang berada di antara bumi dan surga. Blue Horizon ini berganti2 setingnya sesuai dengan suasana hati Susie. Peter Jackson tampaknya cukup berhasil menyadur surga imajinasi Sebold menjadi sebuah pemandangan yang sangat indah sesuai dengan yang ditampilkan di filmnya. Saoirse Ronan berakting dengan sangat baik dalam film ini menurut saya. kemampuan aktingnya semakin meningkat sejak beberapa film terakhir yang ia bintangi. Mark Wahlberg juga sukses menunjukkan betapa depresinya seorang ayah yang kehilangan putri tercintanya. Rachel Weisz tampil baik walaupun kurang maksimal. Susan Sarandon dan Stanley Tucci? hanya satu kata: jempolan! tetapi yang paling menarik perhatian adalah akting Rose McIver yang ternyata sama sekali tidak buruk mengingat ia seorang yang baru dalam dunia layar lebar.
film ini benar2 membuat saya mulai percaya bahwa ada sebuah kehidupan yang fantastis di sebuah tempat yang entah dimana letaknya tersebut. bahwa setiap orang terdekat kita, walaupun mereka sudah tiada, akan tetap selalu menjaga kita dari tempat tersebut.